CERITA DIARY UMMI
Kendari, Selasa 27
februari 2024, Jam 04.11 wita
Banyak hal sudah
aku lewati, perjalanan hidup dan pelajaran hidup yang datang beriringan. Terkadang
ingin balik ke rumah mamah, tapi katanya kakamu suka stress, dia begitu dan
begini, intinya sudah di larang balik kesana lagi. Di bulan februari ini
pernikahan ku masuk usia ke 5 tahun, aku menikah di tahun 2019, tepatnya di
tanggal 3 februari. Memang usia pernikahanku baru, masih terbilang masih awal
dan belum bisa dijadikan contoh untuk rumah tangga yang lain. Bahkan mungkin
tidak bisa dijadikan bahan percontohan, karena banyaknya masalah dan aku pikir
lebih dominan konflik kecil yang mungkin seharusnya tidak terjadi. Aku dengan
sifatku dan suamiku dengan tabiatnya. Aku akui dialah yang paling terdekat saat
ini, untuk status manusia. Dan tidak ada lagi yang lain. Anakku zaynab dan
hasan adalah yang paling bisa membuatku menjadi wanita teristimewa dan
merasakan betul menjadi ummi (ibu) bagi mereka. Kisah yang kujalani hari ini,
adalah hal yang terbaik jalan takdir yang aku terima dari Allah. Saat ini
posisiku dari segi ekonomi memang masih jauh dari kata sejahtera, makmur atau
kaya raya, dan memang inilah yang selalu jadi pemicu konflik dalam rumah
tangga, bahkan konflik terhadap keluarga sekalipun. Aku hanya berucap maaf dan
maaf dalam hati. Mereka terkadang kecewa karena selalu dan menaruh harapan yang
begitu besar bahwa sekolah tinggi akan menjadi panutan mereka, bagaimana
harapan itu bergulir sementara bukan Cuma aku yang memiliki kisah serupa, masih
mending aku memiliki pekerjaan terhormat menjadi seorang dosen di salah satu
perguruan tinggi ternama di kota ini, walau ku akui cibiran dari sodara
kandung, bahwa gajiku tidak setara dengan pendapatannya. Dalam hati, ya tentu
saja level kita berbeda, dia sudah memulai mengais rejeki dimana aku masih usia
kanak- kanak. Sementara aku baru memulai mencari nafkah ditahun 2016, pasti
jauhlah. Tapi sekali lagi, sifat sabar adalah yang paling bisa ku andalalkan
saat ini, karena sifat sombong dilarang tuhan. Dan aku yakin jika ku lakukan
demikian maka yang bersaudara denganku hanya menertawakan dibalik kumpul
keluarga mereka. Ini saja untuk hari
ini. Semangat ummi. Semoga cerita bahagia tak berkesudahan menghampirimu.
UMMI'S DIARY STORYKendari, Tuesday 27 February 2024, 04.11 WITA
I have been through many things, life's
journey and life lessons have come hand in hand. Sometimes I want to go back to
my mother's house, but she says that your brother likes stress, he does this
and that, in essence he is forbidden from going back there again. In February,
my marriage will be 5 years old, I got married in 2019, on February 3 to be
precise. It's true that my marriage is new, it's still early days and can't be
used as an example for other households. Maybe it can't even be used as a pilot,
because there are so many problems and I think there are more small conflicts
that probably shouldn't happen. Me with my nature and my husband with his
character. I admit he is the closest at the moment, to human status. And
there's nothing else. My children Zaynab and Hasan are the ones who can make me
the most special woman and truly feel like an ummi (mother) for them. The story
I live today is the best thing in the path of destiny that I received from
Allah. Currently, my position from an economic perspective is still far from
being prosperous, prosperous or rich, and indeed this is what always triggers
conflict in the household, even conflict within the family. I just said sorry
and sorry in my heart. They are sometimes disappointed because they always have
such big hopes that high school will be their role model, how can that hope
roll when it's not just me who has a similar story, it's still better if I have
a respectable job as a lecturer at one of the well-known universities in this
city , even though I admit scorn from my siblings, that my salary is not
equivalent to their income. In my heart, of course our levels are different, he
has already started earning his fortune when I was still a child. While I only
started making a living in 2016, it's definitely a long way off. But once
again, patience is what I can rely on the most right now, because God forbids
being arrogant. And I'm sure if I do that then my siblings will just laugh
behind their family gatherings. That's all for today. Cheer up ummi. May
never-ending happy stories come your way.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar